Ramadan Mubarak : Dimensi Keberagamaan, Sosial Budaya, dan Pengalaman Personal

Masfiah, Atik (2023) Ramadan Mubarak : Dimensi Keberagamaan, Sosial Budaya, dan Pengalaman Personal. Akademia Pustaka, Tulungagung. ISBN 978-623-157-007-9

[img] Text
Ramadan Mubarak ber ISBN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Salah satu anugerah hidup yang dimiliki oleh manusia adalah kemampuan untuk melakukan refleksi. Anugerah ini harus kita syukuri. Aktualisasinya adalah dengan melakukan refleksi atas kehidupan yang telah dijalani. Tujuannya demi kehidupan yang lebih baik. Kemampuan refleksi berfungsi untuk melakukan penilaian atas berbagai hal dalam kehidupan. Refleksi memiliki potensi untuk menggiring manusia ke arah yang positif. Aspek yang positif dalam hidup dipertahankan atau ditingkatkan, sementara yang negatif ditinggalkan. Kehidupan manusia idealnya semakin hari semakin baik. Namun itu berada dalam tataran idealitas. Pada tataran realitas, kehidupan itu sangat dinamis. Tidak selalu linier dan meningkat dalam kebajikan. Kadang spirit kebajikan—ibadah, misalnya—menurun atau bahkan hilang sama sekali. Kadang juga tergoda untuk melakukan maksiat. Inilah karakter manusia. Jika baik terus sepanjang hidup, itu bukan manusia. Itu malaikat. Manusia adalah makhluk yang harus terus belajar dalam hidup agar kehidupannya sarat dengan kebajikan. Pada titik inilah diperlukan mekanisme yang memungkinkan manusia memiliki kontrol atas hidupnya. Refleksi merupakan salah satu mekanisme yang penting untuk dipertimbangkan dalam kerangka mencermati jejak perjalanan kehidupan. Lewat refleksi, manusia melakukan jeda dari aktivitas sehari-hari. Jeda ini diisi dengan melakukan evaluasi dalam hidup. Teori manajemen menyebutkan bahwa evaluasi adalah bagian penting yang menentukan sukses atau gagalnya sebuah kegiatan. Evaluasi sebaiknya dilakukan secara terencana dan sistematis. Melalui cara semacam ini dimungkinkan sebuah kegiatan bisa memberikan hasil maksimal sebagaimana diharapkan (Mutohar, 2013: 28). Jika kegiatan saja memerlukan evaluasi, tentu hidup kita ini juga memerlukan evaluasi. Aspek inilah yang tampaknya semakin jarang dilakukan oleh manusia modern ini. Aktivitas sehari-hari semakin padat merayap. Orientasi hidup lebih bersifat material-pragmatis, sementara aspek spiritual semakin terpinggirkan. Jika kondisi semacam ini terus dipelihara, hidup akan tidak seimbang. Manusia memerlukan keseimbangan hidup. Menjalankan ibadah menjadi aspek yang penting dalam kehidupan manusia. Ibadah adalah penyeimbang agar hidup manusia tidak hanya melulu berkaitan dengan kehidupan dunia. Ada aspek spiritual yang penting untuk dikelola secara baik. Salah satu ibadah penting bagi umat Islam adalah puasa ramadan. Puasa mengharuskan umat Islam tidak melakukan aktivitas makan, minum, dan hubungan seks di siang hari agar puasanya sah. Tentu ini seperti membangun siklus baru. Bayangkan, sebelas bulan kita menjalani kehidupan “normal”. Tidak ada larangan makan dan minum. Begitu masuk ramadan, aktivitas dibatasi. Konsekuensinya, kita seperti memasuki kehidupan spiritual baru setelah selama sebelas bulan sebelumnya lebih banyak menjalankan aktivitas yang bersifat duniawi. Menurut Azyumardi Azra (2013: 37), inti puasa adalah pengendalian dan pembebasan diri dari cengkeraman halhal yang serba materi dan serba jasmani. Salah satu karakter manusia adalah mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang bersifat fisik-material. Lewat puasa, manusia berlatih untuk mengambil jarak—bukan memutuskan—dari hal-hal yang bersifat fisik material tersebut. Sejalan dengan perspektif Azra, Halim (2021: 46-48) mengibaratkan ramadan sebagai madrasah ruhaniah. Laiknya madrasah yang menjalankan fungsi pendidikan, ramadan mencetak manusia-manusia muttaqin. Intinya, tidak ada jalan pintas dalam beribadah. No pain no gain. Tanpa derita, tidak akan ada hasil (46-48). Tidak ada yang instan dalam proses beragama. Semuanya membutuhkan proses, pembiasaan, rutinisasi, dan penggemblengan. Jika hal ini mampu dilakukan maka agama akan mampu menjalankan peran transformatif (55). Kehidupan sehari-hari yang sarat dengan aspek fisikmaterial menjadikan manusia mengalami semacam ketergantungan. Tidak mudah untuk mengambil jarak. Jika pun mampu melakukannya, perjuangannya sungguh tidak mudah. Begitulah dengan puasa. Puasa itu tidak selalu mudah. Sebelas bulan bebas makan minum kapan pun, tetiba harus tidak makan dan minum, sementara aktivitas rutin seharihari tetap dijalani. Justru di sinilah makna perjuangan yang substantif. Kesuksesan menjalankan ibadah sebulan menjadi salah satu penanda perjalanan spiritual penting dalam kehidupan. Perjalanan spiritual memberikan pengalaman kepada setiap orang. Ada yang mau dan mampu menangkap pengalaman tersebut, ada juga yang tidak. Bagi yang mampu, pengalaman spiritual memberikan pengetahuan dan kebahagiaan yang lebih tinggi. Kenikmatan dan keindahannya tidak terbatas (Hidayat, 2013: 349) dan tidak terwakili dengan kata-kata. Puasa ramadan sebagai ibadah bisa ditinjau dari banyak perspektif. Tinjauan dari perspektif normatif, teologis, dan kesehatan sudah cukup banyak dilakukan. Tidak terlalu sulit menemukan buku demi buku yang mengulas tentang puasa ramadan dari perspektif ini. Perspektif sosiologi masyarakat Jawa tampaknya belum banyak yang mengkaji. Di antara yang sedikit mengkaji adalah peneliti Swedia André Möller. Lewat buku karyanya, Ramadan di Jawa, Pandangan dari Luar (2005), ia menyebutkan bahwa puasa merupakan kegiatan terpenting Muslim Jawa. Perspektif ini menarik karena meneliti puasa ramadan dengan segala keunikannya. Buku yang awalnya disertasi penulisnya tersebuh mendedahkan pengetahuan secara mendalam tentang segala pernik ramadan di Jawa.

Item Type: Book
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Dosen IAIN Kediri
Depositing User: Muhamad Hamim
Date Deposited: 08 Aug 2023 08:42
Last Modified: 08 Aug 2023 08:49
URI: http://repository.iainkediri.ac.id/id/eprint/990

Actions (login required)

View Item View Item