REVITALISASI ILMU FIQH DI PESANTREN:AGENDA MEMPERKUAT KONTRIBUSI TERHADAP EKONOMI ISLAM DI INDONESIA

Ahmad, Syakur (2018) REVITALISASI ILMU FIQH DI PESANTREN:AGENDA MEMPERKUAT KONTRIBUSI TERHADAP EKONOMI ISLAM DI INDONESIA. Jurnal Qawanin, 2 (2). pp. 82-102. ISSN 2598-3156

[img] Text
1043-3104-1-PB(1).pdf

Download (799kB)
Official URL: https://www.jurnal.iainkediri.ac.id/index.php/qawa...

Abstract

Pesantren merupakan kekayaan khazanah pendidikan dan budaya Islam di Indonesia. Dalam perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia, peran pesantren tak diragukan lagi. Sebelum sekolah dan madrasah bercokol, pesantren jauh-jauh hari telah memberikan kontribusi yang besar bagi pergumulan pendidikan dan pembentukan sumberdaya manusia Indonesia.Pesantren telah melahirkan banyak tokoh nasional maupun internasional, semisal KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahid Hasyim, KH. Mahfudz Tremas, KH. Nawawi Banten dan lainnya. Ilmu-ilmu keislaman, sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, selalu berkembang dan berinteraksi aktif dengan realitas dan tuntutan zaman. Karena itu, pesantren sebagai pusat studi ilmu-ilmu keislamanan pada saat ini harus selalu mengembangkan diri dan terbuka dengan realitas kekinian.Salah satu kajian keislaman yang berkembang pesat saat ini adalah ekonomi Islam. Pesantren, dengan kekuatan inteletualnya, mempunyai potensi besar untuk menjadi motor studi ekonomi Islam di Indonesia. Namun realitasnya, kajian ekonomi Islam di Indonesia tidak banyak menyentuh dunia pesantren dan masih terpusat di perguruan Tinggi umum. Penguatan peran pesantren dalam kajian ekonomi Islam sangat penting, baik bagi pesantren itu sendiri, bagi pengembangan ekonomi Islam maupun bagi kaum muslimin secara umum. Peran pesantren dibutuhkan agar ia cepat tersebar dan tetap terjaga kesyariahannya sebagai solusi bagi permasalahan ekonomi umat Islam. Sumbangsih pesantren dalam ekonomi Islam dapat dikuatkan dengan revitalisasi kajian ilmu fiqh dan ushul fiqh di pesantren. Dengan revitalisasi ini pesantren dapat menjadi pusat kajian fiqh muamalah kontemporer yang mengkaji permasalahan-permasalahan ekonomi modern. Pesantren punya modal besar yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lainnya, yaitu kajian-kajian pesantren banyak didominasi kajian fiqh dan ushul fiqh. Hanya saja kajian tersebut masih fokus dalam masalah fiqh ibadah dan dalam lingkup madzhab Syafii saja. Kajian tentang fiqh muamalah belum banyak mendapat tempat. Disamping itu kajian di pesantren belum banyak menyentuh kitab fiqh kontemporer, akibatnya kajian fiqh muamalah di pesantren banyak yang tidak membumi dan gagap dalam menghadapi realitas ekonomi modern.

Item Type: Article
Subjects: 14 ECONOMICS > 1402 Applied Economics > 140202 Economic Development and Growth
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Jurusan Ekonomi Syariah
Depositing User: Nurlaili Adkhi Rizfa Faiza
Date Deposited: 18 May 2021 04:23
Last Modified: 18 May 2021 04:23
URI: http://repository.iainkediri.ac.id/id/eprint/341

Actions (login required)

View Item View Item